PEMUDA ISLAM
Pemuda
adalah agen perubahan (Agent Of Change). Banyak catatan sejarah yang
mengungkapkan bahwa perubahan selalu melibatkan pemuda. Semangat yang
dimilikinya memang luar biasa, namun semangat yang dimilikinya itu bisa saja
diarahkan pada kebaikan mau pun keburukan.
Rasulullah
SAW banyak merekrut pemuda-pemuda pada masanya, yang mana peran pemuda itu
sangat penting dalam perjuangan dakwah Rasulullah SAW.
Sejak dahulu kala, bahkan jauh sebelum
agama Islam muncul di muka bumi, para nabi dan rasul telah diutus untuk
menyampaikan wahyu Alloh SWT dan syari’at-Nya kepada umat manusia. Para rasul
itu adalah orang-orang terpilih dari kalangan pemuda. Di antara mereka ada yang
diberi kemampuan luar biasa dalam berargumen dan berdebat, sebelum usianya
genap delapan belas tahun.
Potensi Besar Pemuda-Mahasiswa dalam Kehidupan Masyarakat
Demikian keadaan dan peran golongan
pemuda. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas sejarah. Mereka
merupakan tonggak dan potensi besar suatu kehidupan. Terlebih kelompok pemuda
seperti mahasiswa; karena, selain diharapkan oleh umat, peranan mereka pun
sangat didambakan oleh kelompok masarakat lainnya sebagai pionir perubahan ke
arah yang lebih baik. Posisi mereka sebagai “mahasiswa” memang menjadi peluang
bagi mereka untuk mengembangkan potensi sebesar-besarnya.
Tidak heran jika perubahan sosial
politik diberbagai belahan dunia dipelopori oleh gerakan pemuda-mahasiswa.
Sebagian sahabat yang menyertai Rasulullah SAW dalam memperjuangkan Islam –
yang akhirnya berhasil menguasai lebih dari dua pertiga belahan bumi – adalah
para pemuda yang menjadi murid (mahasiswa) Rasulullah SAW.
Secara fitra, masa muda merupakan
jenjang kahidupan manusia yang paling optimal. Dengan kematangan jasmani,
perasaan dan akalnya, sangat wajar jika pemuda-mahasiswa memiliki potensi yang
besar dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainya. Kepekaan yang tinggi
terhadap lingkungan banyak dimiliki pemuda mahasiswa. Pemikiran kritis mereka
sangat didambakan umat. Di mata umat dan masyarakat umumnya, mereka adalah agen
perubahan (agent of change).
Menyorot Realitas Pemuda-Mahasiswa Muslim Kini
Kita akui, pengaruh sistem kehidupan yang berlaku
dalam suatu kurun kehidupan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan perilaku
manusia yang hidup pada zaman tersebut.
Kalau memperhatikan apa yang
terjadi di kampus-kampus di negeri ini, secara umum, paling tidak kita akan
menemukan adanya beberapa kelompok mahasiswa muslim yang pemahaman dan
kecenderungannya relatif berlainan.
Kelompok
pertama, adalah mereka yang merasa
tidak puas dengan kondisi sekarang, lalu melakukan berbagai perubahan.
Mereka melihat bahwa sistem kehidupan yang berlaku sekarang hanya melahirkan
penderitaan dan kesengsaraan yang berkepanjangan.
Kelompok
kedua adalah mereka yang cuek
terhadap kondisi kehidupan masyarakat. Yakni, mereka yang tidak peduli dengan
penderitaan dan kesengsaraan masyarakat. Bagi mereka yang
penting selamat. “Ngapain susah-susah mikirin nasib kaum muslimin yang lain.
Mikirin diri sendiri aja udah susah.
Kelompok
ketiga adalah mereka yang ‘terbius’
sehingga terjerat dan terjerumus dalam bejatnya sistem kehidupan masa kini.
Sistem kapitalis yang mengagung-agungkan materi, telah mencabut niali-nilai
kehidupan lainnya, baik nilai-nilai akhlaq, kemanusiaan, dan kerohanian
(agama). Korban-korban sistem ini sudah cukup bergelimpangan.
MAU PILIH YANG MANA?





0 komentar:
Posting Komentar