PALESTINA
PENGENALAN
Palestina (bahasa Arab: دولة فلسطين; bahasa Suryani:
Palestina) adalah sebuah wilayah di Timur Tengah
antara Laut Tengah dan Sungai Yordan.
Status politiknya masih dalam perdebatan. Sebagian besar negara di dunia
termasuk negara negara anggota OKI, dan Gerakan Non-Blok mengakui keberadaan baik negara
Israel maupun negara Palestina.
Palestina terletak di bagian
barat benua Asia yang membentang antara garis lintang
meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29
dan 15-33 ke arah utara.
Palestina membentuk bagian
tenggara dari kesatuan geografis yang besar di belahan timur dunia Arab yang disebut dengan negeri Syam. Selain
Palestina, negeri Syam terdiri dari Lebanon, Suriah dan Yordania. Pada awalnya negara-negara ini punya
perbatasan yang kolektif di luar perbatasannya dengan Mesir.
PALESTINA DALAM SEJARAH
Wilayah Palestina pada mulanya ditinggali oleh beberapa bangsa, yaitu bangsa Ammonit dan Philistine. Lalu, sekitar tahun 1000 SM, Palestina ditaklukan oleh Raja Thalut dan Daud a.s. Daud a.s. dan keturunannya, yang merupakan bangsa yahudi, akhirnya menjadi raja di sana dan Palestina menjadi tanah air bangsa yahudi dari 1000 SM – 135 M. Palestina sendiri sempat dikuasai oleh Kerajaan Persia, Babilonia, Mesir, dan kerajaan-kerjaaan lain secara bergantian dalam rentang waktu tersebut, diantaranya :
1.
Kerajaan Roma
Sekitar tahun 100 SM muncullah kekuatan Roma dan pada tahun 63 SM,
Roma, di bawah pemerintahan Raja Pompey, menaklukan kerajaan yang menguasai
Palestina. Tahun 66 M, timbul pemberontakan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi.
Perang terjadi dan pemberontak kalah dan akhirnya pada tahun 70 M, Jerussalem
jatuh sepenuhnya ke tangan Roma.
2.
Islam
Islam muncul
tahun 610 M di bawah kepemimpinan Muhammad saw. Di selang tahun 610-632 M,
suku-suku di daerah Arab berhasi l dipersatukan di bawah kepemimpinannya yang
asalnya saling bermusuhan. Kerajaan Islam (Kekhalifahan Islam) setelah Muhammad
saw meninggal di bawah pemimpin Abu Bakar (632-634 M) berusaha merebut daerah
Palestina dari tangan Bizantium. Namun, usaha tersebut tidak berhasil dan akhirnya
baru berhasil ketika Kekhalifahan Islam dipimpin oleh Umar ra. Pada tahun 636,
Bizantium jatuh.
3.
Turki
Pada 1516, Turki menaklukan Mesir yang menyebabkan daerah itu
ditaklukan Turki. Turki menjadikan daerah Palestina sebagai salah satu provinsi
dan gubernur dikirim dari Konstatinopel. Turki menguasai Palestina selama 4
abad. Mulai 1840, Turki membuka Palestina demi kepentingan ekonominya.
Akhirnya muncul pelabuhan-pelabuhan dan konsulat-konsulat Eropa. Hal ini
memunculkan semakin kecilnya pengaruh Turki dan membesarnya pengaruh para
konsulat di sana. Sempat terjadi Perang Krim (1854-1856) karena persaingan
antara Ortodoks Yunani dan Pendeta Latin.
Berdirinya Negara Israel & Awal Mula Konflik
Tahun 1914, muncul perselesihan antara Inggris Raya dan Turki.
Akhirnya menyebabkan keduanya berperang. Palestina sempat dijadikan markas
militer oleh Turki. Namun, akhirnya tahun 1918 Inggris resmi menang, dan Palestina
dikuasai oleh Inggris.
Tanggal 2 November 1917, keluar deklarasi menteri luar negeri
Inggris, Arthur Balfour, yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour. Deklarasi ini
berisi tentang dukungan Inggris terhadap pendirian negara Yahudi di Palestina.
Hal ini disebabkan oleh bangsa Yahudi telah membantu Inggris dalam memenangi
Perang Dunia I dan Inggris ingin menguasai Palestina karena berada di daerah
strategis di antara Asia, Eropa, dan Afrika.
Tahun 1929, mulai terjadi kerusuhan besar antara bangsa Arab dan
Yahudi. Konflik ini terjadi karena adanya perebutan hak-hak beberapa tempat
suci di Yerussalem. Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan tim yang dibuat
Inggris, hal ini terjadi karena orang-orang Arab tertekan dengan pembelian
tanah dan imigrasi orang Yahudi yang akhirnya mendesak mereka.
Tahun 1933, bangsa Yahudi hanya berjumlah 17% dari seluruh masyarakat
Palestina. Namun, setelah masa itu, saat Hitler berkuasa di Jerman dan
Polandia, terjadi gelombang migrasi besar-besaran dari Eropa ke Palestina. Pada
saat itu, bangsa Yahudi yang tinggal di Amerika memegang peranan penting dalam
perekonomian Amerika. Hal ini menyebabkan Amerika berpihak kepada
kepentingan bangsa Yahudi. Inggris yang mulai merasa terganggu hubungannya
dengan Amerika akhirnya menyerahkan tentang Palestina ke PBB. Inggris sendiri
akan menarik mandatnya dari Palestina tanggal 15 Maret 1948.
Tanggal 14 Mei 1948, Israel diproklamirkan orang-orang Yahudi.
Esoknya Amerika Serikat mengakui kedaulatan Israel. Negara-negara Arab di
sekitar Palestina menolak kehadiran Israel di sana. Terjadilah perang. Israel
menang telak, dan akhirnya mengusai seluruh daerah Palestina kecuali Tepi Barat
yang dikuasai Suriah dan Jalur Gaza yang dikuasai Mesir, Sejak saat itu,
wilayah Palestina dikuasai Israel. Israel sendiri demi kepentingan zionismenya,
membentuk perumahan-perumahan untuk bangsa Yahudi di daerah Palestina. Israel
sendiri menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat. Di sana, bangsa Palestina
dijadikan masyarakat kelas dua. Perumahan mereka digusur dan diteror. Bangsa
Palestina terus menerus menderita di bawah pendudukan Israel.
Jalur Diplomasi Dimulai
Pada 30 Oktober 1991, dimulai konferensi Madrid, antara Israel dan
Palestina yang diwakili oleh PLO. Pertemuan berlanjut sehingga pada 13
September 1993, ditandatangai Perjanjian Oslo yang berisi PLO diberi wilayah
otonomi, yaitu 60% dari Jalur Gaza dan kota Ariha di Tepi Barat.
23 Okt 1998, Perjanjian Maryland ditandatangani Israel-PNA. Berisi
Israel menyerahkan sebagian wilyah di Tepi Barat kepada PNA, sebagai imbalan,
PNA berjanji mengatasi masalah terorisme (terorisme sendiri merujuk kepada
tindakan HAMAS)
Wilayah Palestina sendiri terbagi dua, yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza yang masing-masing dipisahkan oleh wilayah Israel.
Wilayah Palestina sendiri terbagi dua, yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza yang masing-masing dipisahkan oleh wilayah Israel.





0 komentar:
Posting Komentar